web 2.0

September 19, 2009


Home » , » Penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

Sebelumnya Postingan ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia. Dalam presntasi kelompok pertama membahas mengenai fungsi bahasa dan kedudukan bahasa Indonesia.

Sebenarnya apa sih fungsi bahasa itu sendiri ?

• Menurut Gorys Keraf (1997 : 1),
Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

• Menurut KBBI
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.

Dan dari kedua Pengertian akan fungsi bahasa diatas, saya ambil kesimpulan fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi, walaupun kita semua tahu bahwa komunikasi bukan hanya dengan bahasa (komunikasi verbal) tetapi ada juga komunikasi secara non Verbal, seperti gerak tubuh, tulisan, dan lain-lain. Bahasa (komunikasi verbal) memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan komunikasi non verbal. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.

Disini saya akan mengangkat isu tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam masyarakat, kita semua pasti sadar dalam keseharian pasti tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, tidak menggunakan bahasa Indonesia secara formal, kenapa demikian? Entahlah, kebanyakan masyarakat kita menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, bahasa Indonesia yang tidak formal atau biasa kita sebut sebagai bahasa sehari-hari atau bahkan ada beberapa yang memakai bahasa slang. Bahasa Slang adalah ragam bahasa tidak resmi, dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kelompok sosial terteentu untuk komunnikasi intern, dengan maksud, agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti. Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang bukanlah jika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi parsial sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu. Contohnya, kata bahasa Indonesia mobil dapat di ubah wujudnya menjadi bo'il, bolim, demobs atau kosmob.

Sebagai contoh saya, kadang dalam berkomunikasi dikampus saya memakai bahasa slang dicampur bahasa Indonesia nonformal, bahasa slang seperti itulah yang saya anggap nyaman dalam pergaulan sehari-hari agar tidak ketinggalan zaman dan dianggap mengikuti trend. Akan tetapi saya sadar, jika ini terus terjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Indonesia hanya akan dipakai dalam kegiatan-kegiatan resmi, kegiatan formal, dan ini akan menjadikan bahasa Indonesia itu sendiri akan merosot penggunaanya. Ketika harus menggunakan bahasa Indonesia formal dalam kegiatan formal tentunya, mereka akan lupa bagaimana harus berbahasa formal, karena setiap hari selalu menggunakan bahasa sehari-hari atau nonformal.

Ah sudahlah, bahasa sehari-hari kita sangat campur aduk, gado-gado kalo orang bilang. seperti berbicara dengan rekan satu daerah, kita pun akan memakai bahasa daerah tersebut, berbicara dengan yang dituakan kita berbicara dengan bahasa yang agak formal tetapi dibumbui dengan sedikit bahasa sehari-hari, berbicara dengan atasan di lingkungan tempat kerja menggunakan bahasa formal campur bahasa inggris agar terlihat intelek, dan lain-lain.

Oleh karena itu saya menghimbau kepada para pembaca sekalian, jangan tinggalkan bahasa Indonesia, junjung tinggilah bahasa Indonesia, sayapun akan berusaha untuk melakukan hal itu.

Seperti yang tertulis dalam Sumpah Pemuda :
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Image and video hosting by TinyPic

0 comments: